
BUNTOK,- Bajentanews- Camat Gunung Bintang Awai (GBA) Armadi, ST, MM, menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Ekstrim Tahun 2026. rapat digelar di Aula Setda Barito Selatan, Rabu 5/8/2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Selatan, unsur Forkopimda Barsel, perwakilan DPRD Barsel, Asisten Bupati Barsel, Kepala OPD se-Barsel, Dandim 1012 Buntok atau yang mewakili, Kapolres Barsel, perwakilan Kajari Barsel, Kepala Instansi Vertikal se-Kabupaten Barsel, para Camat se-Barsel, dan tamu undangan lainnya.
Dalam rapat tersebut, Camat GBA Armadi menyampaikan kondisi geografis wilayahnya yang luas dan rawan karhutla, secara langsung mengusulkan penambahan sarana penanganan kebakaran kepada pemerintah daerah.
“Permintaan Camat Gunung Bintang Awai di hadapan rapat penetapan karhutla hari ini, bahwa kalau memang bisa dibikinkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk memudahkan. Karena Kecamatan GBA terdiri dari 21 desa, itu bisa dijangkau semua dengan mobil pemadam kebakaran,” ujar Armadi.
Camat GBA menjelaskan keterbatasan waktu tempuh menjadi kendala utama saat terjadi kebakaran, karena kalau kita mengharap berangkat dari Buntok itu memakan waktu 1 jam lebih, jadi sempat beberapa terbakar sudah habis luar biasa.
Usulan tersebut mendapat perhatian dalam rapat, Pemda Barsel melalui BPBD dan OPD terkait diminta mengkaji lebih lanjut terkait pengadaan dan penempatan armada damkar di wilayah kecamatan rawan, termasuk GBA.
” Penetapan status tanggap darurat ini diharapkan mempercepat koordinasi dan pengerahan sumber daya untuk mencegah meluasnya dampak karhutla dan kekeringan ekstrim di Barito Selatan,” demikian Camat GBA Armadi ST, MM,//Atex Ridho.

