
KUALA KAPUAS,-Bajentanews- Perhelatan pemilihan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya yang sebentar lagi akan dilaksanakan, ternyata sampai batas akhir waktu pendaftaran tanggal 2 Agustus 2026 tidak ada yang mendaftar.
Ini menjadi tanda tanya, ada apa dengan UMPR? Apakah UMPR tidak punya kader yang berkualitas dan memenuhi syarat sebagai Rektor? Padahal UMPR banyak sekali bergelar Doktor bahkah Profesor dan banyak juga yang berpangkat Lektor Kepala yang merupakan salah satu syarat pencalonan diri sebagai Rektor.
” Saya sebagai Sekretaris PD Muhammadiyah Kapuas dan pernah menjadi Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalteng serta Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kapuas merasa kecewa dengan kawan-kawan yang dulunya mengaku aktivis Pemuda Muhammadiyah, aktivis IMM dan IPM dan sekaranng bahkan sekarang ada yang menjadi unsur PWM, diam seribu bahasa, seperti dicolok hidungnya untuk diam saja” ujar M. Jalaludin Selasa 4/8/2026.
Mungkin mereka hanya cari hidup di Muhammadiyah atau mungkin juga kalau tidak bekerja di Muhammadiyah mereka tidak memperoleh rezeki, atau mereka jadi aktivis supaya bisa dapat penhidupan di Muhammadiyah.
” Saya khawatir ini ada konpirasi dan melakukan kebiri agar tidak ada yang berani untuk mencalon” tegasnya.
Kalo ini terjadi, berarti sudah melenceng dari cita-cita Muhammadiyah untuk megakkan amar ma’ruf nahi mungkar dan menjadikan Islam yang berkemajuan dan sebenar-benarnya.
Berharap ini menjadi evaluasi bagi PWM untuk tidak menjadikan Kampus UMPR sebagai wadah dan ajang politik praktis, tapi lebih kepada mencetak kader yang militan untuk kepentingan agama dan bangsa, terutama persyarikatan.
” Untuk panitia seleksi calon rektor, supaya membuka kembali pendaftaran. Kalo toh panitia terindikasi berpihak kepada calon tertentu, sebaiknya pantianya degera dievaluasi” demikian M. Jalaluddin.//Red_pro.

