
KUALA KAPUAS,- Bajentanews- Mamapas Lewo dan Balian menjadi simbol sangat sakral sekaligus kehormatan terhadap kearifan lokal, bagian dalam memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas dan HUT Pemkab Kapuas berlangsung di Balai Basarah Agama Hindu Kaharingan, selama 3 hari (31/3/2026 – 2/4/2026).
Sambutan Bupati Kapuas H. M. Wiyatno yang dibacakan Wakil Bupati bahwa masyarakat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari jati diri daerah, serta menanamkannya kepada generasi muda.
“Budaya merupakan identitas yang harus kita rawat bersama, terutama di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujar Wakil Bupati, Dodo.
Menurut Wabup bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap tradisi ini terus dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
” Budaya merupakan identitas yang harus kita rawat bersama, terutama di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujar Dodo.
Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kapuas, H. Budi Kurniawan, menyampaikan bahwa Mamapas Lewu memiliki makna spiritual sebagai bentuk permohonan perlindungan dari berbagai ancaman, termasuk bencana dan wabah penyakit.
“Selain itu, ritual ini juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman” ujar H. Budi Kurniawan. (Redaksi)

