
KUALA KAPUAS,- Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam Lokasi Cetak Sawah, Optimalisasi Lahan (Oplah), dan Lahan Sawah Reguler Provinsi Kalimantan Tengah, yang dilaksanakan secara langsung di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas dan juga secara daring melalui zoom meeting. Rabu 21/01/2026.
Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, STP., M.T., didampingi Wakil Bupati Kapuas, Dodo, SP.
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyinergikan langkah percepatan tanam guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Pj. Satgas Swasembada Pangan kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, Asisten Teritorial (Aster) Kodam XXII/Tambun Bungai atau yang mewakili, Aster Korem 102/Panju Panjung, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah atau yang mewakili, para direktur teknis di lingkungan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Kalteng atau yang mewakili, Perum Bulog Provinsi Kalteng, BBWS Kalimantan II, BPPSDMP, LO Brigade Pangan Kalimantan Tengah, serta Komandan Distrik Militer se-Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kapuas Dodo, S.P. saat menyampaikan sambutan tertulis dari Bupati Kapuas mengatakan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki 17 kecamatan, yang terbagi atas 12 kecamatan wilayah pasang surut sebagai sentra produksi tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan, serta 5 kecamatan non pasang surut yang menjadi kawasan pengembangan perkebunan, hortikultura, dan peternakan.
“Kabupaten Kapuas merupakan lumbung padi Kalimantan Tengah, dengan kontribusi produksi rata-rata 40–45 persen dalam enam tahun terakhir. Capaian ini secara makro menunjukkan kinerja yang impresif dan sangat positif,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Kapuas merupakan salah satu Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) yang sebelumnya dikenal sebagai Food Estate, sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Dengan potensi lahan yang masih sangat luas, Kabupaten Kapuas diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target swasembada pangan nasional. Berdasarkan data ATR/BPN, luas lahan baku sawah Kabupaten Kapuas mencapai 45.012 hektare.
Tahun 2025, target Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Kapuas sebesar 70.000 hektare, dengan realisasi mencapai 69.620,54 hektare atau 99,45 persen dari target.
Meski demikian, pengembangan padi masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan alat dan mesin pertanian, kebutuhan perbaikan jaringan irigasi tersier, pembangunan jalan usaha tani, serta revitalisasi lahan cetak sawah yang belum optimal dimanfaatkan petani.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi komprehensif dan kolaboratif, termasuk penerapan teknologi tepat guna serta revitalisasi penggunaan varietas padi lokal yang saat ini masih digunakan di lebih dari 80 persen lahan petani. Selain itu, pengembangan kawasan spesifik disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa kawasan sentra utama padi di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur mencakup sekitar 57,3 persen luas lahan baku sawah Kabupaten Kapuas, menyumbang 67,12 persen produksi padi, dengan Indeks Pertanaman (IP) rata-rata 1,63, lebih tinggi dari IP kabupaten.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, tengah diusulkan kegiatan cetak sawah seluas 4.471 hektare melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan besar pada tahun 2025 berupa bantuan alat dan mesin pertanian, antara lain traktor roda dua, traktor roda empat, rotavator, combine harvester, rice transplanter, drone pertanian, serta bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) untuk kegiatan cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan.
Program Strategis Nasional di Kabupaten Kapuas juga terus menunjukkan progres signifikan, dengan optimalisasi lahan seluas 28.942 hektare dan cetak sawah rakyat 4.220 hektare pada tahun 2024, serta pada tahun 2025 mencakup optimalisasi lahan 2.990 hektare, cetak sawah rakyat 41.000 hektare (kontraktual), dan 5.211 hektare (swakelola).
Wakil Bupati Kapuas berharap sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dapat memaksimalkan seluruh potensi lahan yang ada demi kesejahteraan masyarakat.
“Dengan ketekunan, tekad yang kuat, dan kerja sama yang baik, Kabupaten Kapuas dapat semakin dikenal sebagai lumbung pangan, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga secara nasional, serta menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (Red_Weda).

