DUKUNG MPLS SISWA BARU SMAN 1 KAPUAS TIMUR PERIKSA KESEHATAN

DUKUNG MPLS SISWA BARU SMAN 1 KAPUAS TIMUR PERIKSA KESEHATAN

Ketua Panitia MPLS, Suhardi, S.Pd.I., M.A., menyaksikan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik baru, di Aula SMAN 1 Kapuas Timur, Kamis 9/7/2026.

KUALA KAPUAS,- Bajentanews- Sekolah Menengah Aliyah Negeri (SMAN) 1 Kapuas Timur bekerja sama dengan Puskesmas Anjir Serapat menggelar pemeriksaan kesehatan bagi 109 peserta didik baru, di Aula SMAN 1 Kapuas Timur, Kamis 9/7/2026.

Kegiatan ini adalah merupakan rangkaian Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Tim Kesehatan Puskesmas Anjir Serapat yang dipimpin drg. Fera Respathy Sistiani beserta anggota tim, Ketua Panitia MPLS Suhardi, S.Pd.I., M.A., panitia MPLS, pembina dan pengurus OSIS.

“Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan awal peserta didik baru sebagai langkah deteksi dini sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama mengikuti MPLS dan proses pembelajaran di sekolah” ujar Kepala SMAN 1 Kapuas Timur Supardi, S.Pd., M.Pd.

Kepala SMAN 1 juga menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Anjir Serapat yang telah mendukung pelaksanaan MPLS melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi siswa baru.

“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, sekolah dapat mengetahui kondisi kesehatan awal peserta didik sehingga apabila terdapat siswa yang membutuhkan perhatian khusus dapat segera ditindaklanjuti
” Ucap Supardi.

Supardi ingin memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sehat, aman, dan nyaman.

” Terima kasih kepada Puskesmas Anjir Serapat atas sinergi yang terjalin dengan sangat baik,” ujar Supardi.

Sementara itu, Ketua Tim Kesehatan Puskesmas Anjir Serapat, drg. Fera Respathy Sistiani, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah preventif untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat.

“Pemeriksaan kesehatan sejak awal masuk sekolah sangat penting sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan peserta didik, kami juga mengajak seluruh siswa untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, rutin berolahraga, serta tidak ragu melapor kepada guru apabila mengalami gangguan kesehatan,” jelasnya.

Menurut drg. Fera, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan mulut dan gigi, telinga, kuku, mata, pemeriksaan gula darah, serta skrining anemia.

Dari hasil pemeriksaan, tim kesehatan menemukan bahwa keluhan yang paling banyak dialami peserta didik adalah karies gigi dan anemia.

“Karies gigi dapat menimbulkan sakit gigi yang mengganggu aktivitas belajar. Sementara anemia dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, lemas, dan kurang konsentrasi. Bagi siswa yang terindikasi anemia kami memberikan tablet tambah darah, sedangkan yang mengalami masalah gigi kami anjurkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut di Puskesmas,” terang drg. Fera.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia MPLS, Suhardi, S.Pd.I., M.A., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Pra-MPLS.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini kami masukkan dalam agenda Pra-MPLS yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, sedangkan kegiatan MPLS akan berlangsung pada 13–17 Juli 2026.” Ucap Suhardi.

Tujuan MPLS bukan hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kesehatan peserta didik.

Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat sehingga mampu memulai pendidikan di SMAN 1 Kapuas Timur dalam kondisi sehat dan penuh motivasi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik menjalani pemeriksaan kesehatan secara bergiliran dengan pendampingan panitia MPLS dan pengurus OSIS. Seluruh proses berjalan tertib sehingga setiap peserta memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.

Melalui kolaborasi antara SMAN 1 Kapuas Timur dan Puskesmas Anjir Serapat, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman serta tumbuh kesadaran peserta didik untuk menerapkan pola hidup sehat sejak awal memasuki jenjang pendidikan di sekolah menengah atas.

“Sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan siap meraih prestasi” demikian Suhardi.//Red_pro.

Kuala Kapuas