
KUALA KAPUAS,- Bajentanews- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kapuas bersama UPT-PPD Samsat Kapuas sukses menyapu bersih penghargaan ranking pertama untuk pertumbuhan tertinggi pada empat jenis penerimaan pajak daerah.
Penghargaan prestisius ini diraih dalam evaluasi Triwulan I Tahun 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada Tahun 2025, dengan menyisihkan 14 Kabupaten/Kota lain se-Kalimantan Tengah.
Penyerahan apresiasi ini berlangsung dalam Rapat Rekonsiliasi Pajak di Aula Besar Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin 18/5/2026.
“Kabupaten Kapuas jadi bintang hari ini dengan menyabet empat rekor sekaligus. Hebat. Ini adalah hasil kolaborasi dan sinergi yang baik,” ujar Kepala Bidang Pajak Bapenda Kalteng, Robert Coven.
Kabid ini merincikan, Kapuas mencatat lonjakan pertumbuhan PKB sebesar 18,83%, Opsen PKB 21%, Opsen BBNKB 52%, dan lonjakan BBNKB tertinggi yang mencapai angka 93,75%.
Kepala Bapenda Kapuas, Yaya, menyambut positif capaian ini dan berharap target pendapatan daerah tahunan dapat tercapai sesuai estimasi.
“Big goal-nya adalah peningkatan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD serta kemandirian fiskal daerah bisa tercapai,” tutur Yaya.
Sementara itu, Kepala UPT Samsat Kapuas, Mira Diyanty, menjelaskan bahwa lompatan performa ini dipicu oleh efektivitas program Pempator (Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor).
Selain itu, pihaknya juga menggencarkan program Hayak Bahayau, yaitu inovasi penagihan tunggakan pajak secara langsung ke rumah-rumah wajib pajak di wilayah Kapuas.
Sinergi instansi tersebut dibiayai melalui skema cost sharing opsen antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk mengoptimalkan operasional pemungutan di lapangan.
Di sisi lain, Kepala Bapenda Kalteng, Anang Dirjo, menegaskan pentingnya optimalisasi PAD oleh seluruh jajaran demi menjaga stabilitas keuangan daerah ke depan. //Red_Her.

