Wabup Hadiri Penilaian Kinerja Stunting Tingkat Provinsi Kalteng 2026

Wabup Hadiri Penilaian Kinerja Stunting Tingkat Provinsi Kalteng 2026

Wakil Bupati Barsel Kristianto Yudha ST, Saat Terima Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana Kalteng, Rabu 29/4/2026..

BUNTOK,- Bajentanews- Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha menghadiri undangan Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu 29/4/2026.

Kehadiran Wabup Barsel ini menindaklanjuti Surat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 0007.7.5/415/V/Bapperida/2026 tanggal 23 April 2026 perihal Penyampaian Jadwal Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah Tahun 2026.

Penilaian kinerja stunting merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengukur capaian, inovasi, dan komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam percepatan penurunan stunting.

Dalam forum tersebut, setiap daerah memaparkan aksi konvergensi, penggunaan anggaran, praktik baik, serta tantangan yang dihadapi di lapangan sepanjang tahun 2025 hingga triwulan I 2026.

Wabup Khristianto Yudha menyampaikan bahwa Kabupaten Barito Selatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

“Kami fokus pada intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, balita, sanitasi, air bersih, hingga edukasi pengasuhan. Dukungan OPD, camat, kades, dan kader posyandu jadi kunci,” tegasnya di sela kegiatan.

Kegiatan penilaian turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Fauzan Hasan secara daring, para Bupati/Walikota se-Kalimantan Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, serta pemangku kepentingan dari perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, dunia usaha, dan media.

Kehadiran lintas unsur ini menegaskan komitmen bersama menjadikan penurunan stunting sebagai gerakan kolektif.

Dalam paparannya, Pemkab Barsel menampilkan sejumlah inovasi daerah. Di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting, integrasi data e-PPGBM dengan aplikasi Dashat, serta program Dapur Sehat Atasi Stunting berbasis desa.

Intervensi juga menyasar desa lokus stunting dengan menggandeng TNI melalui TMMD dan organisasi wanita lewat pemberian makanan tambahan di posyandu.

“Hasil penilaian kinerja ini akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemerintah kabupaten/kota untuk perbaikan program ke depan” tegasnya.

Wabup Khristianto Yudha berharap sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten terus diperkuat agar target nasional prevalensi stunting 14% pada 2029 dapat dicapai. “Barsel siap berkolaborasi.

“Penurunan stunting bukan hanya urusan kesehatan, tapi investasi SDM jangka panjang,” demikian Wabup Barsel Kristianto Yudha. (Atex Ridho)

Barito Selatan