
BUNTOK —Bajentanews- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) diruang pertemuan Dapoer Najwa Buntok, Kamis 9/4/206.
Kegiatan ini dipimpin oleh Asisten II Setda Barsel Yoga Prasetianto Utomo S.STP. MM, dan diikuti perwakilan desa, kelurahan, kelompok masyarakat, dunia usaha, dan OPD teknis untuk memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tingkat tapak.
Sosialisasi dibuka Kepala DLH Barsel Ir. Bilivson, S.T., M.T, dengan penekanan pentingnya peran desa dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan iklim.
Materi meliputi pengenalan ProKlim, tahapan pendaftaran, komponen penilaian, serta contoh aksi adaptasi dan mitigasi yang bisa dilakukan komunitas, seperti bank sampah, biopori, penghijauan, dan konservasi air.
Narasumber dari DLH memaparkan alur verifikasi ProKlim, mulai dari pembentukan kelompok kerja, pengisian SRN-PPI, hingga pembinaan berkelanjutan. Peserta juga diajak memetakan potensi dan kerentanan iklim di wilayah masing-masing agar intervensi yang disusun tepat sasaran dan berdampak nyata bagi warga.
Diskusi berjalan aktif, sejumlah desa menyampaikan praktik baik yang sudah berjalan, seperti pengelolaan sampah organik, kebun pekarangan, dan pemanfaatan lahan rawa.
Dunia usaha dan OPD terkait menyatakan siap berkolaborasi mendukung lokasi ProKlim melalui CSR, pendampingan teknis, dan fasilitasi sarana prasarana lingkungan.
“Kami dorong desa segera membentuk pokja ProKlim dan menyusun rencana aksi. DLH siap mendampingi prosesnya sampai tahap verifikasi,” ujar Kepala DLH Barsel Ir. Bilivson, S.T., M.T,
Kadis LH Barsel ini berharap sosialisasi ini memicu tumbuhnya kampung iklim baru yang mandiri dan replikatif di seluruh kecamatan.
Pemkab Barsel menargetkan peningkatan jumlah lokasi ProKlim setiap tahun sebagai bagian komitmen daerah menghadapi perubahan iklim.
” Hasil kegiatan di Dapoer Najwa akan ditindaklanjuti dengan pendataan calon lokasi, pelatihan teknis, dan pemantauan aksi adaptasi-mitigasi di lapangan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Barito Selatan,” demikian Bilivson. (Atex Ridho)

