
KUALA KAPUAS, – Bajentanews- Pembangunan Kantor markas DAMKAR Kabupaten Kapuas selain disiga asal-asalan ironisnya kondisi seperti ini dimana peran dan sisi perencanaan teknisnya.
Hal tersebut selain atap bocor, dinding retak bahkan posisi pintu ruang kerja salah satu pejabatnya malah terhambat oleh pintu ruang kerja stafnya, bahkan disinyalir hasil bangunan tersebut sengaja dibiarkan seakan tidak diketahui.
” Ini tidak bisa dibiarkan bagaimanpun harus menjadi perhatian dan usut sedetil mungkin apa saja yang mengakibatkan bocornya duit negara dengan nilai anggaran pembangunan Rp. 7,3 Miliar” tegas Panglima Propinsi Dewan Pimpinan Wilayah Tentara Lawung Adat Mandau Talawwang (DPW-TLAM) Kalimantan Tengah, Gatner Eka Tarung, di Kapuas Selasa 2/6/2026.

Diibaratkan Gatner seandainya terdapat keterlibatan oknum tertentu atau Pejabat, malah ini menjadi percontohan tidak baik karena merugikan negara maka harus ditindak secara hukum.
” Bangunan asalan, hasil pekerjaan bangunan nya terlihat jelas saat ini masih ada retak-retak di dinding, dan cat les dinding plafon juga terlihat coret moret” ucap Gatner Eka Tarung.
Sebagaimana diketahui kalau memang saat ini masih masa pemeliharaan maka dimana sikat dan tanggungjawab pelaksana pembangunan dimana pemeliharaan untuk memperbaikinya.
” Rekaman, aneh kalau pihak internal SKPD baru di Kapuas ini tidak mengetahui nya, bahkan pihak teknis, pengawas dimana mereka” pungkas Gatner.
Sementara pihak Damkar Kabupaten Kapuas masih belum memberikan komentarnya begitu pulang pihak Dinas PUPR Kabupaten Kapuas sebagai pelaksana. //Redaksi.

