Sidak SPBU, Pasokan BBM Turun 50 Persen

Sidak SPBU, Pasokan BBM Turun 50 Persen

Foto Bersama Asisten II Setda Barsel Yoga Prasetianto Utomo, Kepala Disdagkop & UKM Barsel Harmito SPd, di SPBU Buntok, Minggu 10/5/2026.

BUNTOK,– Bajentanews- Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Buntok, Minggu 10/5/2026.

Langkah ini diambil, untuk merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir.

Sidak dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Barsel Yoga Prasetianto Utomo, SSTP, MM, dan melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan Koperasi UKM, Satpol PP Barsel, serta Plt. Kasat Reskrim dan anggota Polres Barsel. Tim menyisir SPBU Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Pelita Raya guna memantau stok, distribusi, serta antrean kendaraan.

Asisten II Setda Barsel Yoga Prasetianto Utomo SSTP, MM, mengatakan bahwa

” Temuan sidak memperlihatkan adanya penurunan penyaluran BBM dari normalnya 16.000 kiloliter menjadi hanya sekitar 8.000 kiloliter” ujar Asisten II Setda Barsel Yoga Prasetianto Utomo SSTP, MM.

Yoga Prasetianto menjelaskan, penyusutan suplai itu berlaku untuk Pertalite maupun Pertamax. Menurut Yoga, situasi serupa juga menimpa sejumlah wilayah lain di Kalimantan.

“Meski kuota mengecil, distribusi yang ada harus tetap tepat sasaran agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat” imbuh Yoga.

Kendati demikian, Yoga meminta warga tetap tertib saat mengantre di SPBU dan tidak gampang terprovokasi keadaan, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan akan terus mengawasi penyaluran BBM di daerah, pengawasan intensif kami lakukan bersama aparat agar tidak ada penyelewengan.

“Kami juga mengingatkan supaya kondisi sulit BBM ini tidak dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi,” pesan Yoga.

Yoga meminta SPBU menolak pengisian berulang oleh pelangsir dan mendata kendaraan mencurigakan untuk ditindaklanjuti Polres Barsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Barsel, Harmito Spd, menyatakan pihaknya segera memanggil seluruh pengelola SPBU.

“Pertemuan itu digelar untuk menelusuri pemicu berkurangnya pengiriman BBM ke Barsel sekaligus merumuskan langkah agar distribusi kembali lancar” ucap Harmito.

Pemkab Barsel meminta Pertamina menambah kuota fakultatif dan menertibkan distribusi, Polres Barsel akan memperketat pengawasan di SPBU untuk mencegah pengetapan dan penimbunan, Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan melapor jika menemukan pelanggaran ke Call Center 135 atau Posko Pemkab Barsel.

Harmito menambahkan, Disdagkop UKM Barsel akan mendorong Pertamina menambah kuota fakultatif dan mempercepat jadwal kirim.

“Tujuannya agar roda ekonomi, terutama pelaku UMKM, nelayan, dan angkutan, tidak terganggu. Kami juga minta masyarakat melapor bila menemukan penimbunan atau penjualan BBM subsidi di atas HET,” tutupnya. //Red_Atex Redho.

Barito Selatan