
KUALA KAPUAS,- Bajentanews- Tragedy pembantaian menjadi perhatian serius termasuk Panglima Provinsi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tentara Lawung Adat Mandau Talawang, Gatner Eka Tarung Sinar, SE mengecam keras tragedy tersebut.
” Pembantaian tragis itu sangat tidak manusiawi kita kawal aparat hukum menegakan seadil-adilnya” tegas Gatner Eka Tarung, Sinar, di Kapuas Rabu 22/4/2026.
Sebagaimana dilansir berbagai media bahwa peristiwa pembantaian tragis di kawasan perusahaan HPH PT Timber Dana, Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur.
Informasi diterima di Muara Teweh, Senin menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB, satu keluarga menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Dari enam orang korban, lima dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka kritis dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.
Korban meninggal dunia warga Desa Benangin II Kecamatan Teweh Timur yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3) dan Ono (50).Sedangkan korban luka kritis bernama Alfian usia 40 tahun masih dirawat di RSUD Muara Teweh.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan meningkatkan kekhawatiran terkait keamanan di wilayah perbatasan tersebut.
” Terindikasi kriminal tersebut dipacu dari sengketa lahan karena potensi sumber daya alamnya, diduga kuat ada aktor di belakangan nya membuat ulah perbuatan sadis” ucap Gatner.
Dari keterangan saksi yang juga merupakan korban selamat, peristiwa bermula saat para korban berada di lokasi kejadian, sekitar pukul 16.30 WIB, tiga orang terduga pelaku datang menggunakan mobil jenis Kijang. Mereka diduga membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.
” Usut hingga tuntas jangan sampai berbagai kriminal akan semakin meleluasa berbuat ulah mengaburkan hukum dinegara yang kita cintai ini” demikian Gatner Eka Tarung,Sinar, SE. //Red_Her.

