
KUALA KAPUAS,- bajentanews- Dibalik musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwilayah Kabupaten Kapuas memunculkan kecamasan kegelisahan bagi warga namun perlu dikaji dan diindentifikasi yang terkena karhutla status lahan terbakar siapa-siapa pemiliknya.
” Apresiasi dan bangga atas kerja relawan-relawan pemadam kebakaran yang mengedepankan kemanusiaan, sampai terjadi merenggut nyawa masyarakat biasa yang bukan para relawan kebakaran, bukan petugas” ujar Gatner Eka Tarung.
Terkait anggaran yang disalurkan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 20 miliyar, masuk perpanjangan dari Kementerian atau Pemerintah Pusat untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas.
Dari 20 miliar tersebut digunakan atau dibadi kepada BPBD, PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Damkar, Dinas Hanpang, DLHK dan Kecamatan-Kecamatan dibagi dan masing-masing akan bertangungjawab atas penggunaan anggaran tersebut.
Namun menurut Gatner bahwa dibalik musibah ini yang dirugikan adalah masyarakat menjadi tameng kepentingan oknum-oknum pejabat yang memiliki lahan terbakar.

” Biaya pembukaan lahan cukup besar dengan bertopeng karhutla dan perjuangan rekan-rekan relawan pemadam kebakaran malah memberikan keuntungan tersendiri bagi pemilik lahan yang dikuasi oleh oknum-oknum pejabat berserta relasinya” tegas Gatner.
Diharapkan Gatner agar pemerintah dalam halnya pihak berwenang bisa menyikapinya dan menyelidiki secara detil siapa kepemilikan lahan-lahan yang bertopeng karhutla.
” Saat ini karhutla sudah sudah masuk ke lahan wilayah Kecamatan Selat (perkotaan) yang bermula di wilayah Kecamatan Kapuas Timur Anjir Serapat dan sekitarnya hingga wilayah Dadahup, Kapuas Murung” jelasnya.
Apalagi, dicontohkannya ada upaya agar dibalik karhutla sudah berjalan strategi penguasaan milik tertentu memberikan keuntungan perkaya pejabat pemilik lahan terbakar.
” Sikat secara hukum kapan perlu cabut status kepemilikannya apabila terbukti secara hukum adalah pemilik pejabat tertentu menggunakan karhutla kepentingan sendiri, itu adalah penjahat” pungkas Gatner Eka Tarung.//Redaksi.

