DINSOS BARSEL TANGGAPI KELUHAN WARGA KALAHIEN TERKAIT HILANGNYA BANTUAN PKH

DINSOS BARSEL TANGGAPI KELUHAN WARGA KALAHIEN TERKAIT HILANGNYA BANTUAN PKH

Foto Bersama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barsel, Syahdani SPd, Kamis 22/10/2026.

BUNTOK,–Bajentanews- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Selatan, Syahdani, S.Pd langsung menanggapi pernyataan seorang warga Desa Kalahien RT 001 RW 001 bernama Ahi Leluni yang beredar di media sosial Aspirasi Masyarakat Barito Selatan (AMBS), Kamis 22/10/2026.

” Setelah dilakukan pengecekan melalui aplikasi SIKS-NJ (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), diketahui bahwa yang bersangkutan sebelumnya memang tercatat sebagai penerima bantuan PKH dan bantuan non tunai pemerintah” ujar Syahdani, S.Pd.

Namun, seiring berjalannya waktu, desil kesejahteraan yang bersangkutan mengalami kenaikan, dari semula rendah menjadi Desil 5.

Syahdani menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, warga yang masuk dalam Desil 5 secara otomatis tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan PKH maupun bantuan pangan non tunai.

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Dinas Sosial Barito Selatan dalam waktu dekat akan menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan observasi dan mendatangi langsung kediaman Ahi Leluni di Desa Kalahien

Upaya tersebut akan dilakukan bersama aparatur desa, RT, RW, dan Kepala Desa untuk melakukan verifikasi faktual agar desil kesejahteraan yang bersangkutan dapat diusulkan kembali melalui aplikasi SIKS-NJ sesuai kondisi riil di lapangan.

“Selain itu, karena Ahi Leluni merupakan penyandang disabilitas, Dinas Sosial juga akan memberikan bantuan perhatian khusus berupa sembako bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian sementara sambil menunggu proses pengusulan ulang” demikian Syahdani

Sementara sebelumnya Ahi Leluni, perempuan kelahiran Desa Kalahien 09 Agustus 1994, beragama Kristen Protestan, status belum kawin, mengaku sudah lebih dari satu tahun tidak pernah lagi menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lain dari pemerintah.

Ahi juga mempertanyakan mengapa warga lain yang dinilai lebih mampu secara ekonomi justru masih menerima bantuan, dan meminta pihak terkait turun langsung melakukan pengecekan ke lapangan

Dalam surat pernyataan yang dibuatnya, Ahi yang mengaku sebagai anak yatim piatu dan penyandang disabilitas menyampaikan keberatan serta memohon keadilan atas hilangnya hak bantuan tersebut..//Atex Ridho.

Barito Selatan