DISDIK CANANGKAN TUJUH KAIH BASARANG ‘Agama dan Budaya Bersatu’

DISDIK CANANGKAN TUJUH KAIH BASARANG ‘Agama dan Budaya Bersatu’

PENCANANGAN 7 KAIH : Program Siswa Harati Mengaji, Al Kitab dan Sloka jenjang TK, SD, SMP dan SMA se Kecamatan Basarang oleh Kadisdik Kapuas H. Suwarno Muriyat, Kamis 24/9/2026_ist.

KUALA KAPUAS,– Bajentanews- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas H. Suwarno Muriyat mencanangkan implementasi Gerakan 7 KAIH di Korwil Bidang Pendidikan (Korbidik) Kecamatan Basarang Kecamatan Basarang,
Kamis 24/9/2026.

Pencanangan ini merupakan program menguatkan pembiasaan nilai agama berupa harati mengaji, Al Kitab dan Seloka sekaligus melestarikan budaya lokal pada semua jenjang satuan pendidikan diikuti peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.

Hadir pula Korwil Bidang Pendidikan Basarang, Gatin, Camat Basarang Harun Rasyid, serta mewakili Kepala Kantor Kemenag Kapuas, H. Istanto.

Kedatangan Kadisdik disambut meriah dengan pengalungan bunga, tari Dayak Ngaju dan tari Bali Panjali yang dibawakan peserta didik kolaborasi dari semua jenjang pendidikan.

Penyambutan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus wujud nyata pelestarian budaya daerah dilingkungan sekolah.

Suasana semakin semarak dengan penampilan peserta didik dan pendidik yang menampilkan mengaji, pengkajian Alkitab, pembacaan Sloka.

Pembacaan doa lintas agama, menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui nilai-nilai agama dengan tetap menjunjung toleransi dan keberagaman.

“Kita ingin anak-anak Basarang tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak, menghargai keberagaman, sekaligus mencintai budaya daerahnya. Agama menguatkan moral, budaya menguatkan identitas, dan pendidikan menyatukan keduanya dalam kehidupan anak,” ujar Kadisdik Kabupaten Kapuas, H. Suwarno Muriyat.

Kadisdik Kabupaten Kapuas ini menegaskan bahwa 7 KAIH bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan pembiasaan yang harus hadir dalam keseharian peserta didik.

H. Suwarno menjelaskan, implementasi 7 KAIH di Basarang selaras dengan 7 Program Prioritas Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar (PHKB), khususnya Siswa Berkarakter Kuat dan Berakhlak Hebat, Penguatan Literasi, Numerasi dan Nilai Religius, serta Sekolah Ramah Anak dan Inklusif.

Menurutnya, penguatan karakter juga harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal. Karena itu, kegiatan tersebut turut diisi dengan revitalisasi masakan khas Dayak Ngaju yang diperkenalkan kepada peserta didik.

“Masakan has daerah jangan sampai hanya menjadi cerita dari generasi terdahulu. Anak-anak harus mengenal, mencintai dan mampu melestarikannya. Ini bagian dari pendidikan berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Sebelumnya, Korwil Bidang Pendidikan Basarang, Gatin, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan 7 KAIH di wilayahnya.

“Berharap gerakan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan dan melibatkan sekolah, keluarga serta masyarakat” ujar Gatin.

Hal senada disampaikan Harun Rasyid Camat Basarang dan H. Istanto yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas mereka mengapresiasi penguatan nilai-nilai keagamaan di sekolah yang dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan menghargai keberagaman.

Kegiatan pencanangan 7 KAIH Basarang ditutup dengan peninjauan berbagai sajian aneka kuliner lokal, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa pendidikan karakter, nilai agama dan pelestarian budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar.//Red_hmsdisdik_weda.

Kuala Kapuas