KARHUTLA DIMANA OFLA DINAS PERTANIAN KAPUAS

KARHUTLA DIMANA OFLA DINAS PERTANIAN KAPUAS

Gatner Eka Tarung, SE.

KUALA KAPUAS,- Bajentanews- Musim kemarau diikuti dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelas berdampak negatif bagi petani yang mengharapkan hidupnya dari hasil lahan padi.

” Bertepatan dengan mengurainya buah padi, kekeringan tengah melanda dan disertai dengan karhutla, jelas akan sangat merugikan masyarakat petani” tegas Ketua Kelompok Tani dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Kapuas, Gatner Eka Tarung di Kapuas, 2/9/2026.

Menurut Gatner, menjadi kewajiban Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas memberikan perhatian lebih dan mendata sejauh mana keterpurukan petani selama kemarau dan karhutla saat ini.

“Dengan mengetahui seberapa parah keterpurukan penghasilan padi bagi pertanian, membuat Dinas Pertanian jangan hanya menjadi simbol” tegas Gatner.

Dikaitkan dengan kegiatan program oftimalisasi lahan (ofla) Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian sejauh mana sudah dilaksanakan mengingat masa tanam sudah lewat dan disinyali karhutla merusak lahan pertanian di Kapuas.

” Beberapa warga didapat info bahwa di desa Terusan malah ada yang tidak menghasilkan sama sekali dan di Kecamatan Kapuas Hilir ada juga bertani hanya menghasilkan 2 karung padi” jelas Gatner.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edi Dese membantah bahwa malah tahun ini hasil pertanian padi lebih berlimpah dibanding tahun lalu.

” Tidak benar, malah musim tanam tahun ini sangat berlimpah dibanding tahun lalu, padi lebih berisi” ujarnya melalui telpon pribadinya.

Terkait Karhutla, petani sudah dihimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan padi pasca panen, karena berbahaya.

” Kita melakukan himbauan, dan petani pun tidak berani melakukan pembakaylahan pasca panen” demika. Edi Dese. //Red_pro.

Kuala Kapuas