
BUNTOK,- Bajentanews- Wisuda Karantina Tahfizh Al-Qur’an Program 20 Hari Ramadan, Hafal Al-Qur’an Angkatan ke-7 Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026, digelar di aula Kantor Bupati Barito Selatan pada Selasa 17/3/2026 malam.
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya proses karantina intensif sekaligus apresiasi bagi para santri penghafal Al-Qur’an.
Acara dihadiri unsur Forkopimda Barito Selatan, yakni Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 1012/Buntok, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri Buntok, dan Ketua Pengadilan Agama Buntok, hadir pula Pj. Sekretaris Daerah beserta asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah se-kabupaten, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Selatan.
Turut hadir murid para muhafizh, ustadz/ustadzah, pembina dan mentor Karantina Tahfizh Angkatan ke-7; orang tua/wali santri; tokoh agama, alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, adat, pendidikan, dan pemuda, kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan luas terhadap pembinaan generasi Qur’ani di Barito Selatan.
Rangkaian wisuda diisi dengan pembacaan ayat suci, penampilan hafalan perwakilan wisudawan-wisudawati, serta penyematan tanda kelulusan.
“Para peserta merupakan santri yang mengikuti karantina secara intensif selama 20 hari Ramadan, dengan target capaian hafalan sesuai pembinaan masing-masing” ujar Ustadz Sibawaihi.
Dalam laporan, Ustadz Sibawaihi mewakili Panitia menyampaikan bahwa program karantina ini tidak hanya mengejar kuantitas hafalan, tetapi juga penanaman adab, kedisiplinan, dan pembiasaan ibadah.
” Sinergi antara muhafizh, pembina, orang tua, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci keberlangsungan program hingga angkatan ketujuh” ucapnya.
Sementara, Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha, S.T menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Wisuda Karantina Tahfizh Al-Qur’an Program 20 Hari Ramadan, Hafal Al-Qur’an Angkatan ke-7 Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Tahfizh dinilai selaras dengan upaya memperkuat karakter, meningkatkan literasi keagamaan, dan membangun generasi yang berakhlak serta berdaya saing” ujar Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha.
Dukungan keberlanjutan program, termasuk fasilitasi pembinaan lanjutan, menjadi perhatian ke depan.
“Para wisudawan-wisudawati diharapkan menjaga hafalan melalui muraja’ah rutin, meneladankan akhlak Qur’ani di lingkungan masing-masing, dan menjadi motivasi bagi lahirnya lebih banyak penghafal Al-Qur’an di Barito Selatan” demikian Khristianto Yudha, (Atex Ridho)

