
Bajenta-News-Buntok- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Selatan (Barsel) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Optimalkan Pengelolaan Sampah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Di Gang Tajuk kelurahan Buntok Kota, Kecamatan Dusun Selatan (Dusel) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Sampai Ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sampah, merupakan momok bagi keberlangsungan sebuah kota. Pesatnya perkembangan sebuah kota, bila tidak diiringi oleh manajemen pengelolaan sampah yang baik akan menjadi masalah ke depannya.
“Sehubungan, dengan telah dibangunnya TPS di Gang Tajuk dimana sudah pembangunan TPS sudah ditingkatkan oleh Dinas PUPR Barsel dimana pekerjaan fisik bangunannya sudah selesai.

Hal ini telah disampaikan oleh, Plt. DLH Barsel Agus In’Yulius melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Dan Limbah B3 Dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Barsel Nanang Shalahuddin,bertempat di ruang kerjanya saat dikonfirmasi Media ini Selasa 8/8/2023.
“Tapi saat ini, untuk halaman terasnya dari TPS itu belum di cor karena kemaren sudah dilakukan penggorokan dan tidak ada bangunannya jadi akses Masyarakat untuk membuang masuk kebangunan tersebutkan terkendala karena dia masih becek,”terangnya.
Dan petugas sampah juga untuk mengambil sampah juga masih terkendala tidak bisa memasuki kedalam TPS tersebut, jadi harapan kami mungkin dari Dinas PUPR Barsel kami menganggarkan lagi untuk pengecuran halamannya, mungkin itu yang perlu kami sampaikan.
Kemudian ditambahkannya,mungkin juga untuk di TPA saat inikan kami sudah melakukan pengendalian TPA melalui satu set kontrol reptil dimana kami menutup sampah itu 1 minggu,2 minggu, sampai 3 minggu, 3 kali,”ungkapnya.
“Saat ini terkendala, untuk tanah penutup sisa tanah penutup kami sudah habis dan kami masih menunggu tanah penutup yang diadakan oleh PUPR Barsel yang menurut informasinya masih dalam proses.
Lebih lanjut ia menerangkan, proses pengadaan tanahnya setelah tanah itu nanti sudah siap, kami akan melakukan kembali secara bertahap yaitu dengan metode kontrol reptil dimana penutupan tidak setiap hari cuma 1 minggu, 2 minggu, atau 3 minggu, 3 kali. Kalau idealnya, sebenarnya ditutup setiap hari itu biasa dicari lantik kita terbatas dari terbatas dengan tanah penutupnya,”Pungkas Nanang Shalahuddin.
Www.Bajentabajurah.Com.
(Atex Ridho)

